Di artikel yang terbit pada edisi ke-26 bulan September 1949 halaman 49-52 itu, Rowan menuliskan petualangan John Lie bersama The Outlaw menyelundupkan senjata. John Lie disebut mempunyai jaringan dalam penyelundupan senjata dari Filipina hingga India.
Dia juga disebut mendapat dukungan orang-orang Amerika, Eropa, dan bangsa-bangsa di Asia yang bersimpati pada kemerdekaan Indonesia. Namun, selain keahliannya menerobos blokade Belanda, artikel Rowan berjudul Guns-Bibles-are Smuggled to Indonesia juga menyoroti dua Alkitab di kabin The Outlaw.
Satu berbahasa Inggris dan satu lagi bahasa Belanda. Di ruang kemudi kapal itu dipenuhi kutipan ayat Alkitab. Artikel dilengkapi foto John Lie di ruang kemudi yang memegang Alkitab. Di sebelahnya lagi terdapat tulisan kutipan ayat Alkitab dalam bahasa Inggris yang artinya, “Datanglah pada-Ku hai kamu yang letih dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”
Dalam memoar John Lie yang disitir Iwan Sentosa di Tionghoa dalam Sejarah Kemiliteran, John Lie memang selalu mengandalkan Tuhan dengan doa-doanya dan rajin membaca Alkitab. Setiap misi yang dia lakukan bersama awak kapal The Outlaw selalu didoakannya. Karena itu dia yakin, The Outlaw bisa lolos berkali-kali dari blokade Belanda karena pertolongan Tuhan.
Di akhir artikelnya, Roy Rowan menyebutkan dalam misi penyelundupan senjata, John Lie dibantu oleh Izak Mahdi, mantan mahasiswa kedokteran, yang menjadi perwakilan RI di Thailand. Izak Mahdi harus berhubungan dengan broker senjata dari China dan Thailand. Menurut Mahdi, itu adalah bisnis mengerikan. Namun bagi John Lie, itu bukan bisnis mengerikan. Itu adalah kehendak Tuhan.