Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bripda Natanael Tewas Diduga Dianiaya Senior, Keluarga Korban Minta Diusut Tuntas
Advertisement . Scroll to see content

Kematian Tamtama TNI AL Ghofirul Kasyfi Dinilai Janggal, Keluarga Desak Autopsi Jasad Korban

Senin, 04 Mei 2026 - 20:10:00 WIB
Kematian Tamtama TNI AL Ghofirul Kasyfi Dinilai Janggal, Keluarga Desak Autopsi Jasad Korban
Keluarga tamtama TNI AL mendesak autopsi ulang atas kematian Kelasi Dua Ghofirul Kasyfi karena dugaan kekerasan dan kejanggalan penyebab kematian. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

BANGKALAN, iNews.id - Keluarga tamtama TNI Angkatan Laut (AL), Kelasi DuaGhofirul Kasyfi, yang meninggal dunia diduga akibat kekerasan, meminta dilakukan autopsi terhadap jasad korban. Permintaan tersebut diajukan karena adanya sejumlah kejanggalan dalam kematian korban, termasuk kondisi tubuh yang diduga terdapat luka dan lebam.

Ayah korban, Mahbub Madani bersama kuasa hukum keluarga telah menandatangani surat kuasa untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Keluarga juga berencana mengirim surat resmi kepada TNI AL melalui Komando Armada II Surabaya untuk meminta pembongkaran makam dan autopsi menyeluruh.

Kuasa hukum keluarga menyebut terdapat kejanggalan dalam informasi yang disampaikan pihak terkait mengenai penyebab kematian korban. Informasi yang beredar disebut berubah-ubah, mulai dari dugaan korban melarikan diri dari dinas, kemudian disebut meninggal di kamar, hingga informasi lain yang menyebutkan bunuh diri.

Pihak keluarga juga mengaku mendapatkan informasi bahwa korban sempat mengeluhkan dugaan kekerasan dari seniornya sebelum meninggal dunia. Saat jenazah dipulangkan, keluarga menemukan adanya dugaan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Tetapi kecurigaan dari pihak keluarga ini matinya tidak wajar. Pertama satu bulan sebelumnya Ghofirul Kasyfi ini sudah sering mengeluh baik kepada bapaknya maupun kepada ibunya sering mendapatkan kekerasan dari para senior di dalam kapal," ujar Soleh. 

Atas berbagai dugaan tersebut, keluarga meminta dilakukan autopsi ulang untuk memastikan penyebab pasti kematian. Mereka menegaskan akan menerima hasil apapun selama dilakukan secara ilmiah dan transparan, namun meminta proses hukum tetap berjalan apabila ditemukan unsur kekerasan.

Ayah korban menyatakan kematian anaknya sulit diterima jika melihat kondisi jasad yang diduga menunjukkan tanda-tanda kekerasan. Keluarga berharap proses penyelidikan dilakukan secara terbuka dan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut