Kisah Kepahlawanan John Lie, Komandan Kapal Penyelundup Senjata Demi Kemerdekaan Indonesia

Donald Karouw
Laksamana Muda John Lie perwira tinggi di TNI AL dari etnis Tionghoa yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia dengan kapalnya The Outlaw. (Foto: ist)

Setelah menjalani proses yang cukup merepotkan, John Lie bersama awak kapal pembangkang dibebaskan. Mereka kembali bergerilya di laut Lagi-lagi usaha Belanda gagal.

Saat The Outlaw berangkat dari Port Swettenham ke Labuan Bilik, kapal perang Belanda sudah menunggu. Kedatangannya disambut tembakan meriam hingga kapal Belanda kehabisan peluru meriam. Lalu bagaimana nasib The Outlaw? Mengejutkan, kapal pembangkang ini lagi-lagi lolos. Keesokan harinya, The Outlaw yang sudah hampir kehabisan logistik berangkat ke Johor dekat Singapura.

Dalam masa sulit itu, seorang pria, Dr Saroso, menyampaikan cek senilai 5.000 Straits Dollar, mata uang yang dipakai di Singapura saat itu. Ternyata itu titipan dari Wakil Presiden Mohammad Hatta. Bersama cek itu, Hatta menitipkan pesan, ”Kiriman senjata dan peluru, semua sudah diterima dengan selamat.”

Perhatian Hatta membuat John Lie dan awak kapal bangga dan bersemangat. The Outlaw semakin terkenal dan tantangan yang mereka hadapi pun semakin besar. Sebab, Belanda kian memperketat pengawasan pelayaran Labuan Bilik-Malaya. John Lie lalu menerapkan taktik baru. Ia memindahkan operasi ke Tamiang, Rajaulak, pantai timur Aceh, pada bulan Mei 1948 hingga Januari 1949.

Dalam misi-misi berbahayanya, The Outlaw bersama John Lie kembali berkali-kali lolos dari maut dan gempuran Belanda. Salah satu misinya dari Phuket ke Aceh menjadi sangat dikenal. Kala itu, mereka harus memasok senjata dari Phuket di Siam, yang saat ini dikenal sebagai Thailand ke pantai timur Aceh. Saat berada di Phuket, wartawan Majalah Life, Roy Rowan mewawancarai John Lie dan awak kapalnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 400 Karung Pakaian Bekas Ilegal di Perairan Batubara

57 tahun lalu

Hebat! TNI AL Gagalkan Penyelundupan 3,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Makassar

57 tahun lalu

Misteri Penyebab Kematian Tamtama TNI AL, Keluarga Terkejut saat Buka Peti Jenazah

57 tahun lalu

Kematian Tamtama TNI AL Ghofirul Kasyfi Dinilai Janggal, Keluarga Desak Autopsi Jasad Korban

57 tahun lalu

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 39.000 Baby Lobster Senilai Rp1 Miliar di Bandara Juanda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal