Para dewa dan bidadari menyebut taman indah itu Jamban Salaka. Selain dibuatkan telaga dan taman indah, para bidadari menyiapkan beberapa pakaian indah untuk Purbasari.
Pakaian yang sangat indah dan lembut itu terbuat dari awan dengan hiasan batu-batu permata dari dalam lautan. Tidak ada pakaian di dunia ini yang mampu menandingi keindahan gaun yang dikenakan Purbasari.
Begitu matahari pagi memancarkan sinarnya di ufuk timur, Lutung Kasarung atau Guruminda segera menemui Putri Purbasari dan memintanya mandi di pemandian tersebut. Tanpa ragu, Putri Purbasari langsung menceburkan diri ke dalam pemandian itu. Sungguh ajaib.
Tak lama setelah berendam di telaga, seluruh bintik-bintik hitam yang menempel di kulit Purbasari perlahan hilang tanpa meninggalkan bekas sedikitpun. Kulitnya kembali bersih, halus, dan menjadi cantik seperti semula.
Lutung Kasarung yang melihat hal tersebut menjadi terperangah. Tidak menyangka orang yang selama ini bersamanya ternyata wanita yang sangat cantik nan mempesona. Bahkan kecantikan Purbasari dapat mengalahkan kecantikan ibunya, Sunan Ambu.