Air mata berlinang mengalir di kedua pipinya. Lutung Kasarung balas menggenggam tangan Purbasari kemudian mengusap air mata dipipi putri cantik jelita itu.
“Inilah calon suamiku!” seru Putri Purbasari dengan bangga.
“Ya, ini calon suamiku!” serunya sekali lagi.
Purbararang dan suaminya pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah adiknya.
“Hai, Purbasari! Apakah tidak ada lagi calon suami yang lebih jelek dari lutung itu?” seru Purbararang dengan nada mengejek.
Mendengar ejekan itu, Lutung Kasarung pun menjadi tersinggung dan marah. Dia tidak terima Putri Purbasari dipandang rendah seperti itu. Sebelum Purbararang memerintahkan algojo untuk memenggal Purbasari. Lutung Kasarung tiba-tiba duduk bersila dengan mata terpejam.
Dia pun meminta kepada ibunya untuk dikembalikan ke wujudnya semula. Tiba-tiba asap tebal menyelimuti tubuh Lutung Kasarung. Tidak dalam waktu lama, asap tebal menghilang, sosok Lutung Kasarung menghilang seiring berlalunya asap pekat, berganti dengan Pangeran Guruminda yang sangat tampan dan gagah.
Terperanjatlah semua yang hadir di tempat itu melihat keajaiban luar biasa tersebut. Betapa tampannya Pangeran Guruminda. Bahkan, sangat jauh melebihi ketampanan Indrajaya tunangan Purbararang.