Sejak saat itu, Putri Purbasari tinggal seorang diri di tengah hutan. Untuk menghibur diri, setiap pagi ia berjalan-jalan di sekitar pondok untuk melihat-lihat pemandangan dan bersenda gurau dengan hewan-hewan di sekitarnya.
Dalam waktu beberapa hari, Purbasari sudah memiliki banyak teman. Hewan-hewan tersebut sangat baik kepadanya. Mereka sering membantu sang putri mencari buah-buahan di hutan.
Sementara itu, terjadi masalah besar di kahyangan. Pangeran Guruminda tidak mau menikahi bidadari kayangan seperti yang diperintahkan ibunya Sunan Ambu. Pangeran Guruminda hanya berkenan menikah dengan perempuan yang kecantikannya setara dengan Sunan Ambu.
Sunan ambu menjelaskan bahwa sosok perempuan yang secantik dirinya hanya akan ditemui Pangeran Guruminda di dunia manusia. Jika Pangeran Guruminda bersikeras ingin menemui wanita sesuai keinginannya itu, dia harus pergi ke dunia manusia tidak dalam bentuk pangeran Guruminda yang gagah dan tampan melainkan harus menyamar sebagai lutung.
Pangeran Guruminda pun bersedia. Setelah menjelma menjadi seekor lutung, Pangeran Guruminda segera turun ke dunia manusia. Pangeran Guruminda tiba di hutan. Dalam waktu singkat, Lutung Kasarung sudah menjadi raja para lutung dan kera di hutan tersebut.