Purbararang sangat marah luar biasa karena takhta Kerajaan Pasir Batang diserahkan kepada adik bungsu Purbasari, bukan kepadanya. Maka, berselang satu hari sejak penobatan Purbasari menjadi Ratu Kerajaan Pasir Batang, Purbararang menemui Indrajaya tunangannya.
Keduanya kemudian meminta bantuan nenek sihir untuk mencelakai Purbasari. Nenek sihir jahat tersebut memberikan boreh, sebuah zat berwarna hitam yang dibuat dari tumbuhan kepada Purbararang. Nenek sihir itu berkata, ”Semburkan boreh ini ke wajah dan seluruh tubuh Purbasari.”
Purbararang pun segera melaksanakan pesan nenek sihir. Boreh itu disemburkan ke wajah dan seluruh tubuh Purbasari. Akibatnya, seluruh tubuh Purbasari bermunculan bercak-bercak hitam mengerikan. Dengan kondisi tersebut, Purbararang memiliki alasan untuk mengusir Purbasari dari istana.
“Orang yang dikutuk hingga memiliki penyakit mengerikan ini tidak pantas menjadi Ratu Kerajaan Pasir Batang. Sudah seharusnya dia diasingkan ke hutan agar penyakitnya tidak menular,” Kata Purbararang.
Purbararang kemudian merebut takhta Kerajaan Pasir Batang. Dia memerintahkan Uwak Batara Lengser yang merupakan penasihat istana untuk mengasingkan Purbasari ke hutan.