Pengembara: (Bernapas lega, lalu lalu membuka rambutnya yang ternyata palsu. Rambut aslinya ternyata panjang dan keemasan. Ia juga membuka kumis dan jenggot palsunya. Kini di hadapan Pangeran ada seorang puteri yang cantik jelita.) “Pangeran, sebenarnya aku Puteri Rosa dari negeri tetangga. Ibunda Pangeran mengundangku ke sini. Dan menyuruhku melakukan semua hal tadi. Mungkin ibundamu ingin menyadarkanmu.”
Pangeran Arthur: (Sangat terkejut). “Akhirnya aku dapat menemukan wanita yang cocok untuk menjadi istriku.”
Pangeran Arthur dan Putri Rosa akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya.
Perpustakaan sekolah pada sore hari ditemani dengan sinar matahari sore yang menyinari rak-rak buku yang penuh debu. Siswi pintar yang selalu mendapatkan peringkat pertama, Fita sedang asyik membaca buku di perpustakaan. Tiba-tiba, Ian datang dan duduk di sebelahnya.
Ian: "Hai, Fita. Lagi baca apa sih, kok serius banget?"
Fita: (terkejut) "Eh, Ian. Kamu kok ada di sini? Bukannya kamu lagi bolos?"
Ian: (tertawa kecil) "Bosan di rumah. Mending di sini, lebih tenang."
Fita: "Kamu nggak malu sama guru kalau ketahuan bolos?"
Ian: "Ah, sudah biasa. Lagian, belajar itu membosankan."
Fita mencoba meyakinkan Beni tentang pentingnya pendidikan.
Fita: "Belajar itu nggak selalu membosankan, kok. Banyak hal menarik yang bisa kita pelajari."
Ian: "Beneran? Aku nggak pernah ngerasain itu."
Fita menawarkan diri untuk membantu Ian belajar. Awalnya, Ian menolak. Namun, lama-kelamaan, ia mulai tertarik dengan pelajaran yang diajarkan Fita.