Agra: “Aduh… aku nggak pura-pura. Kakiku sakit sekali. (Merintih) Aku janji nggak akan ngerjain kalian lagi.”
Inka: (Menjadi merasa kasihan pada Agra) ”Ditolong yuk, Dis.”
Gendis: “Tapi…”
Inka: “Sudahlah, kita kan nggak boleh dendam sama orang lain. Bagaimanapun, Arga kan teman kita juga.”
Gendis: (Mengangguk dan mendekati Arga).
Inka: “Apanya yang sakit, Ga?”
Agra: “Aduh… kakiku sakit sekali. Aku nggak kuat berdiri nih.”
Inka: “Gini aja Dis, kamu ke sekolah cari Pak Yan yang jaga sekolah. Pak Yan kan punya motor. Nanti Arga biar diantar pulang sama Pak Yan. Sekarang aku di sini menemai Arga.”
Gendis: (Bersemangat) “Ide yang bagus.” (Pergi menuju ke sekolah yang masih kelihatan dari tempat itu).