Amel: “Aku malu Rin.”
Rina: “Kamu juga lugu dan polos Mel.” (Batin Rina)
Wahyu: “Mel, kamu tidak makan siang? Ayo ke kantin bareng?”
Amel: “Aku … aku …”
Rina: “Kita belum makan Yu, kamu ajak Amel aku ada urusan.”
Rina tiba-tiba pergi untuk memberi kesempatan Amel dan Wahyu makan siang bersama di kantin sekolah. Namun di tengah jalan Doni anak orang kaya kakak kelas Amel memanggilnya. Semenjak masuk sekolah, Amel tertarik atas penampilan dan gaya Doni yang keren dan cool.
Doni: “Amel mau ke mana?”
Amel: “Aku mau ke kantin kak.”
Doni: “Aku ada kesulitan untuk tugas bahasa Indonesia.”
Amel: “Kakak Kan sudah kelas 3, sedangkan aku?”
Doni: “Kamu sudah terkenal Pinter mel, tolong ajarin aku ya? Please!”
(Amel terdiam dengan memandang Wahyu yang sudah kelihatan rasa kecewanya.)
Amel: “Nanti sepulang sekolah saja ya kak. Amel mau makan siang dulu.”
Doni: “Aku tunggu di gerbang sekolah.”
Setiba di kantin, Wahyu banyak menasehati Amel untuk menjauhi Doni yang terkenal sebagai cowok playboy. Namun hati Amel sudah kepincut untuk lebih dekat dengan Doni.
Amel: “Tidak usah khawatirkan aku Wahyu. Aku bisa menjaga diri.”
Wahyu: “Aku takut kamu kenapa-kenapa Mel.”
Sepulang sekolah, Doni sudah menunggu dengan motor gedenya di gerbang sekolah.
Wahyu: “Mel, hati-hati Sama Doni.”
Amel: “Iya aku tahu Yu.”
Doni: “Ayo Mel, kita belajar bersama.”
Amel hanya tersipu dan segera naik di motor Doni. Sedangkan Wahyu hanya bisa memandang dari jauh.