OPMRC bertujuan mendapatkan pengakuan internasional untuk kemerdekaan Papua Barat melalui forum-forum internasional seperti PBB, Gerakan Non-Blok, Forum Pasifik Selatan, dan ASEAN.
KKB Papua menebar teror sejak 1976 sampai saat ini. Mereka bukan hanya menyerang TNI dan Polri, tetapi juga warga sipil baik asli Papua maupun pendatang. Telah banyak nyawa melayang akibat serangan KKB. Belum lama ini, KKB menyerang personel Brimob di Distrik Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (22/11/2023).
Akibat kontak tembak itu, 2 anggota Brimob Polda NTT, Bharada Bonifasius Jawa dan Bharatu Rani Yohanes Seran terkena tembakan. Bharada Bonfasius gugur, sedangkan Bharatu Rani Yohanes Seran luka tembak di kaki kiri.
Selain penyerangan bersenjata, KKB juga melakukan penculikan. Sampai saat ini, pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, masih ditawan KKB. Philip, warga negara Selandia Baru itu, diculik sejak 7 Februari 2023.
OPM juga meneror perusahaan tambang PT Freeport Indonesia sejak 1976. Saat itu, OPM mengirimkan surat berisi ancaman kepada pejabat Freeport Indonesia. Mereka meminta bantuan untuk melakukan pemberontakan.