Organisasi Papua Merdeka: Sejarah dan Tujuan Berdirinya

Agus Warsudi
Salah satu kelompok milisi bersenjata OPM. (Foto: Ist)

Sekitar pukul 22.00 WIT, sejumlah orang tak dikenal memotong jalur pipa slurry dan bahan bakar dengan gergaji. Akibatnya, banyak slurry, bijih tembaga, perak, emas, dan bahan bakar diesel terbuang. 

Selain itu, mereka membakar pagar jalur pipa dan menembak polisi yang mencoba mendekati lokasi kejadian. Pada 14 April 1986, milisi OPM kembali memotong jalur pipa, memutus kabel listrik, merusak sistem sanitasi, dan membakar ban. 

Kru teknisi diserang OPM saat mendekati lokasi kejadian, sehingga Freeport terpaksa meminta bantuan polisi dan militer. Dalam insiden terpisah pada bulan Januari dan Agustus 1996, OPM menawan sejumlah orang Eropa dan Indonesia. Pertama dari grup peneliti. Dua sandera dari grup pertama dibunuh dan sisanya dibebaskan.

Pada Juli 1998, OPM mengibarkan bendera mereka di menara air di Biak. Mereka menetap di sana selama beberapa hari sebelum militer Indonesia membubarkan mereka. Filep Karma termasuk di antara orang-orang yang ditangkap. 

Pada 24 Oktober 2011, Dominggus Oktavianus Awes, kepala polisi Mulia, ditembak oleh orang tak dikenal di Bandara Mulia, Puncak Jaya. Polri menduga penembak adalah anggota OPM. Rangkaian serangan terhadap anggota Polri memaksa pemerintah menerjunkan lebih banyak personel di Papua. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengapa KKB Papua Disebut Kriminal Bukan Separatis atau Teroris? Ini Kata Mahfud MD

57 tahun lalu

Gugur Ditembak KKB, Jenazah Bharada Bonifasius Diberangkatkan ke Kampung Halaman NTT 

57 tahun lalu

Bharada Bonifasius Gugur Ditembak KKB, Peluru Menyasar Punggung Tembus ke Ketiak Kanan

57 tahun lalu

Kronologi Anggota Brimob Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB di Intan Jaya

57 tahun lalu

2 Brimob Korban Kontak Tembak dengan KKB di Intan Jaya Dievakuasi ke RSUD Mimika

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal