Belakangan, organisasi Terianus dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelompok ini mengirim dokumen ke PBB meminta peninjauan kembali persetujuan New York yang juga berisi rancangan susunan kabinet Papua Barat.
Dalam kabinet itu, Markus Kaisiepo sebagai Presiden, Nicolaas Jouwe Wakil Presiden, Terianus Aronggeari Menteri Luar Negeri, dan Permenas Ferry Awom sebagai Panglima Perang.
Berdasarkan pengakuan Nicolas Jouwe, ada campur tangan Belanda dalam pelatihan pemuda Papua yang kemudian mendirikan OPM.
Konflik strategi antara Roemkorem dan Prai berujung pada perpecahan OPM menjadi dua faksi, yaitu, Pembela Kebenaran (Pemka) yang dipimpin Jacob Prai dan TPN yang dipimpin Seth Jafeth Rumkorem.
Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah sebuah gerakan separatis yang didirikan di 6 provinsi di Papua dengan tujuan memerdekakan Papua dan memisahkan diri dari NKRI.