Ketiga, bila diperlukan aksi militer, laksanakan pendaratan ke pantai untuk menunjukkan bahwa RI punya kedaulatan. Harga diri RI tidak bisa diinjak-injak sehingga mau tidak mau TNI harus turun tangan.
Setelah mendapat perintah tersebut, pasukan operasi khusus yang diberi nama sandi Operasi Merah Putih itu melakukan persiapan. Mengingat Somalia bukan tempat yang dekat, dibutuhkan waktu cukup lama hingga sekitar satu minggu untuk menyiapkan KRI. Kapal tersebut membawa semua perlengkapan yang dipersiapkan ke daerah operasi.
"Sekaligus juga kami menyiapkan organisasi tugasnya serta menyiapkan pasukan untuk melatihkan taktik teknik yang kira-kira paling memungkinkan untuk bisa kita gunakan di sana," katanya.
Mereka juga membutuhkan waktu mengumpulkan data intelijen untuk mengetahui posisi kapal tersebut. "Karena memang kapal ini begitu besar kalau dilihat secara, tapi begitu udah di tengah laut, kita belum tahu posisi kapal itu ada di mana, begitu luas laut itu, kalau teroris atau pembajak ini tahu kita mengirimkan pasukan ke sana, mungkin mereka tidak akan selamat ABK kita," katanya.
Suhartono mengatakan, gerakan dari perencanaan sampai dengan persiapan dilakukan dengan betul-betul serahasia mungkin. Setelah diputuskan, akhirnya dikirimkan KRI Yos Sudarso dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma mendahului ke sana dengan perlengkapan yang akan digunakan sebagai sarana untuk pelaksanaan operasi.