Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AL Gagalkan Penyelundupan 400 Karung Pakaian Bekas Ilegal di Perairan Batubara
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Heroik Denjaka Bebaskan Sandera dan Kapal MV Sinar Kudus dari Perompak Somalia

Selasa, 07 Desember 2021 - 20:15:00 WIB
Kisah Heroik Denjaka Bebaskan Sandera dan Kapal MV Sinar Kudus dari Perompak Somalia
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyambut kedatangan Satgas Merah Putih usai membebaskan Kapal MV Sinar Kudus dari perompak Somalia di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 22 Mei 2011 lalu. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono menjadi salah satu pelaku sejarah pembebasan sandera dan Kapal MV Sinar Kudus dari perompak Somalia. Saat itu, Suhartono baru ditunjuk untuk kembali menjabat menjadi Komandan Denjaka (Dandenjaka) Korps Marinir TNI AL kedua kalinya untuk tahun 2011-2012. Sebelumnya dia sudah menjabat Komandan pasukan berjuluk si hantu laut itu tahun 2005 sampai 2008. 

"Nah, setelah saya melaksanakan penugasan tour of area di jajaran TNI AL, saya kembali lagi. Pagi itu saya serah terima, malam terima berita pembajakan. Langsung malam itu juga saya kumpulkan para perwira saya untuk membuat perencanaan cepat," kata Suhartono di Podcast Podcast Puspen TNI Episode 7 di kanal YouTube resmi Puspen TNI pada 2020 lalu, dikutip iNews.id, Senin (6/12/2021).

Keesokan harinya, dia bersama pasukannya dipanggil oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Soeparno bersama dengan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Alfian Baharudin. Keduanya juga baru dipanggil oleh Panglima TNI saat itu, Laksamana Agus Suhartono dan Presiden SBY untuk segera mempersiapkan pasukan berangkat ke Somalia dalam rangka pembebasan MV Sinar Kudus.

Presiden SBY saat itu perintahkan kepada Panglima TNI untuk segera menyiapkan satuan tugas dengan tiga tugas inti. Pertama, membebaskan sandera. "Bebaskan seluruh warga negara Indonesia yang ada di kapal itu. Keselamatan warga negara itu nomor satu," kata Suhartono menyebutkan perintah Presiden SBY saat itu. 

Kedua, merebut kembali MV Sinar Kudus. Kemudian, membawa kembali kapal tersebut ke perairan Indonesia ataupun melanjutkan perjalanan ke luar negeri sesuai dengan rencana pelayaran mereka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut