Tim juga menemukan sianida (cn) kurang lebih 25 kilogram yang dikemas dalam karung warna hijau, 50 karung kapur yang dikemas dalam karung semen conch, dua unit mesin pompa (alkon) merek Matari dan Tsurumi, satu unit mesin jiandong, satu unit mesin kato dan sejumlah barang bukti lainnya.
“Kedua tersangka mengakui telah melakukan aktivitas usaha pertambangan emas tanpa izin sejak Oktober 2022 sampai saat ini,” ujar Zulkifi.
Diketahui, Gunung Botak merupakan sebutan untuk area pertambangan emas ilegal di Pulau Buru yang beroperasi secara masif, mengakibatkan kerusakan lingkungan dan meningkatnya tindak kejahatan.