Jadi Tersangka, Pemilik Anjing Pemburu Tewaskan Bocah Terancam 5 Tahun Bui
BOGOR, iNews.id – Pemilik anjing pemburu berinisial Y (41) yang menyerang bocah laki-laki hingga tewas di Jasinga, Kabupaten Bogor, telah ditetapkan tersangka. Pria tersebut terancam hukuman lima tahun penjara. Saat ini, Y sudah ditahan di Mapolres Bogor.
Kasat PPA Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri mengatakan, tersangka Y dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal lima tahun.
Dia menuturkan, penetapan tersangka sudah didasari dua alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum. Polisi mendeteksi adanya kecocokan bercak darah korban pada hewan buruan milik tersangka.
"Kami dari Unit PPA Polres Bogor telah menetapkan pria berinisial Y selaku pemilik hewan sebagai tersangka. Dari hasil pemeriksaan ilmiah, tim menemukan kecocokan bercak darah korban pada mulut salah satu anjing milik tersangka,” katanya, Selasa (9/6/2026).
Dia mengungkapkan, penyidik juga menemukan adanya bercak darah segar yang melekat di area mulut salah satu dari empat ekor anjing yang digembalakan oleh tersangka Y. Hasil tes menunjukkan darah tersebut identik dengan darah korban MAS.
“Terjadi kelalaian nyata di mana hewan pemburu dilepas tanpa pengamanan memadai di area yang dekat dengan aktivitas warga," kata AKP Silfi.
Peristiwa berdarah ini bermula dari aktivitas berburu babi hutan yang dilakukan oleh sebuah komunitas pelacak di kawasan hutan Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, pada Minggu siang kemarin. Nahas, kegiatan tersebut justru berujung petaka bagi warga lokal.
Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun berinisial MAS ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Korban menderita luka robek parah di bagian kepala dan leher akibat serangan brutal kawanan anjing pemburu tersebut.
Kronologi kejadian berawal saat korban beserta rekan-rekan sebayanya sedang asyik memancing di sekitar area hutan. Secara tiba-tiba, belasan anjing pemburu milik komunitas pelacak babi hutan datang dan langsung berlari beringas mengejar anak-anak tersebut.
Dalam situasi mencekam itu, salah satu rekan korban berhasil menyelamatkan diri setelah dengan cepat memanjat sebuah pohon di dekatnya.