Serangan Israel di Gaza tidak pandang bulu. Permukiman penduduk, sekolah-sekolah, rumah ibadah, bahkan rumah sakit tak luput dari sasaran penghancuran oleh zionis.
Sampai hari ini, operasi militer Israel tersebut telah menewaskan sedikitnya 21.110 warga sipil Palestina. Sebagian besar dari mereka perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.
Tragedi kemanusiaan di Gaza telah memantik simpati dari berbagai belahan dunia. Beberapa di antaranya memberikan dukungan dalam bentuk aksi yang frontal. Sebut saja gerakan Hizbullah di Lebanon semakin gencar menyasar Israel di perbatasan kedua negara. Sementara kelompok Houthi di Yaman bersumpah untuk menargetkan kapal-kapal milik Israel ataupun yang memiliki afiliasi dengan negara zionis itu.
Tidak hanya negara-negara di kawasan Timur Tengah dan dunia Islam, dukungan kepada Palestina juga mengalir dari sejumlah negara Amerika Latin. Bahkan, di Eropa, Spanyol tampil sebagai negara paling keras mengecam kekejaman Israel di Gaza.
Upaya untuk meredam konflik dan mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak di kalangan warga sipil Palestina sudah dilakukan beberapa kali. Akan tetapi, upaya tersebut hampir selalu kandas. Memang sempat ada gencatan senjata sementara pada pekan terakhir November. Namun, setelah itu, Israel kembali menyerang Gaza secara membabi buta.