Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Advertisement . Scroll to see content

Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:11:00 WIB
Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji
Pengiriman pasukan Israel ke medan perang di Lebanon ternyata tidak sesuai dengan gambaran yang disampaikan para pimpinan militer (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Pengiriman pasukan Israel ke medan perang di Lebanon ternyata tidak sesuai dengan gambaran yang disampaikan para pimpinan militer. Laporan Army Radio mengungkap brigade yang disebut sebagai formasi penuh justru diterjunkan dengan jumlah personel, tank, dan kendaraan tempur yang jauh di bawah kebutuhan.

Kesaksian para komandan pasukan cadangan memperlihatkan adanya perbedaan mencolok antara klaim para pengambil keputusan dan kondisi nyata di lapangan. Mereka menyebut masyarakat diberi kesan bahwa brigade lengkap telah dikirim ke garis depan, padahal kenyataannya formasi yang bertugas jauh lebih kecil dengan perlengkapan tempur yang tidak memadai.

Kondisi tersebut terungkap di tengah krisis yang dihadapi militer Israel. Selain kekurangan personel cadangan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga dilaporkan mengalami kekurangan tank siap tempur akibat banyak kendaraan lapis baja rusak atau tidak lagi dapat dioperasikan.

Stasiun radio militer Israel, Army Radio, melaporkan brigade dan batalion pasukan cadangan kini beroperasi dengan kekuatan yang tidak penuh. Jumlah personel maupun tank yang tersedia disebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pertempuran.

Dalam laporan berjudul "Peringatan Angkatan Bersenjata tentang Keruntuhan Pasukan Cadangan", Army Radio mengungkap sebuah brigade lapis baja baru-baru ini dikerahkan ke medan tempur utama di Lebanon. Namun laporan dari komandan dan prajurit menggambarkan situasi yang sangat berbeda dengan informasi yang disampaikan para pengambil keputusan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut