Kaleidoskop 2023: Hamas Bobol Pertahanan Israel dan Bergugurannya Warga Palestina di Gaza
Metode serangan melalui infiltrasi semacam ini oleh Hamas belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut data yang dihimpun AFP, serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menewaskan sediktinya 1.140 orang di Israel. Sebagian besar dari mereka adalah warga sipil. Para pejuang Palestina itu juga menyandera 250 orang, 129 di antaranya sampai hari ini masih berada di Gaza.
Sementara data yang dikumpulkan Reuters menyebutkan, jumlah kematian di pihak Israel pada hari itu mencapai 1.200 orang. Adapun jumlah orang yang ditawan Hamas sebanyak 240 orang.
Hamas menyatakan, Operasi Banjir al-Aqsa adalah bentuk pembalasan atas kejahatan Israel di Gaza, Yerusalem Timur, dan Tepi Barat. Sebelum berlangsungnya operasi tersebut, pasukan zionis tak henti-hentinya membantai warga sipil Palestina di wilayah-wilayah itu. Israel juga menahan ribuan orang Palestina dengan semena-mena.
Akan tetapi, Israel tak terima diserang oleh Hamas semacam itu. Pascaberlangsungnya Operasi Banjir al-Aqsa pada 7 Oktober itu, Israel langsung melancarkan pemboman udara besar-besaran dan pengepungan terhadap Jalur Gaza. Negara Yahudi itu bersumpah untuk melenyapkan Hamas sampai ke akar-akarnya. Beberapa pekan sesudahnya, tentara zionis pun menggelar invasi darat di wilayah kantong Palestina itu.