“Perang akan berlangsung selama berbulan-bulan dan kami akan menggunakan metode berbeda untuk mempertahankan pencapaian kami dalam jangka panjang,” kata Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Herzi Halevi, kepada wartawan dalam pernyataan yang disiarkan televisi di perbatasan Gaza, Selasa (26/12/2023).
“Tidak ada solusi ajaib, tidak ada jalan pintas dalam membongkar organisasi teroris, yang ada hanyalah perjuangan yang gigih dan gigih,” klaimnya sembari melabeli para pejuang Hamas sebagai teroris.
“Kami juga akan menghubungi kepemimpinan Hamas, baik dalam waktu seminggu atau beberapa bulan,” ujarnya.
Seiring dengan mencuatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hamas di Gaza, kekerasan yang dilakukan para pemukim ekstremis Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat juga meningkat. PBB menyatakan, situasi hak asasi manusia di Tepi Barat yang diduduki memburuk dengan cepat.
Lewat laporan yang dirilis Kantor HAM PBB (OHCHR) pada Kamis (28/12/2023), organisasi antarbangsa itu menuntut Israel agar segera mengakhiri penggunaan senjata dan sarana militer selama operasi penegakan hukum. PBB juga meminta Tel Aviv menyudahi penahanan sewenang-wenang dan perlakuan buruk terhadap warga Palestina, serta mencabut pembatasan pergerakan yang diskriminatif.