Perjuangan Kiai Amin Wujudkan Kemandirian Ekonomi Para Santri
Misi tersebut dilakukan Kiai Amin lewat beberapa program, salah satunya Gerakan Masjid Berdaya. Lewat program ini, dia mengajak masyarakat untuk salat berjemaah lima waktu di masjid selama sepekan nonstop.
Untuk jemaah yang berhasil diberi imbalan berupa satu ekor kambing. Namun, kambing tersebut tidak boleh dijual atau disembelih. Harus dipelihara hingga menghasilkan keturunan.
Tujuannya kambing tersebut bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi yang bersangkutan. Setelah kambing beranak pinak, akan diambil satu untuk diberikan kepada jemaah lainnya secara bergiliran.
Model tersebut sudah berjalan di beberapa desa, salah satunya Masjid Nurul Anwar, Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. “Alhamdulillah berhasil. Jemaah masjid jadi ramai. Masyarakat jadi mau mengaji,” katanya.
Selain kambing, Kiai Amin juga bermitra dengan kelompok tani di beberapa desa untuk membudidayakan tanaman sorgum. Caranya dengan memberikan benih, lalu melakukan pendampingan selama proses tanam hingga masa panen dan purna jual.