Perjuangan Kiai Amin Wujudkan Kemandirian Ekonomi Para Santri
Namun, Kiai Amin menuturkan, mengasah skill santri menjadi seorang santripreneur bukan berarti mengajarkan anak-anak menjadi kaya. Tetapi, semata mengajarkan mereka untuk terampil, sehingga siap menghadapi kehidupan bermasyarakat kelak.
Sebab, Kiai Amin tidak ingin saat santrinya lulus dan pulang lantas bingung bingung mencari kerja dan dimanfaatkan oleh orang-orang kaya dan ujung-ujungnya transaksional.
“Saya wanti-wanti ke santri, jangan sekali-sekali kamu mengajar agama transaksional, karena rugi. Bukan haram, tapi ini remeh temeh,” katanya.
Karena itu, santri harus punya keterampilan, agar bisa mencari nafkah dan memiliki kemandirian ekonomi. Saat itulah, seorang santri akan dengan ihlas mengamalkan ilmunya, sehingga misi tafaqquh fiddin pun bisa tercapai.
Mandiri Lewat BUMP

Pondok Pesantren Fathul Ulum bediri megah di pinggiran Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Ruang kelas madrasah diniyah berderet di ujung timur, berjajar dengan asrama putra dan putri yang mengapit rumah pribadi pengasuh pesantren Kiai Amin.