Perjuangan Kiai Amin Wujudkan Kemandirian Ekonomi Para Santri
Kiai Amin menjelaskan, aktivitas para santri dimulai pada pukul 03.00 WIB untuk menjalankan salat malam dan berlanjut hingga subuh. Setelah itu, kajian agama (kitab kuning) hingga pukul 05.00 WIB.
Aktivitas bertani atau bekerja dilakukan setelah kajian agama hingga pukul 07.30 WIB. Setelah itu santri mengikuti sekolah diniyah mulai pukul 08.30 WIB dan berakhir pada waktu duhur.
“Nanti habis magrib mengaji lagi. Kemudian habis isya’ musyawarah. Setelah itu mempersiapkan pelajaran esok hari dan tidur,” katanya.
Ngaji Ati Ngaji Ekonomi
Konsep santripreneur terus diperluas oleh Kiai Amin. Selain di lingkungan Pesanteren Fathul Ulum dan pesantren lain yang bermitra. Pendidikan wirausaha itu juga diimplementasikan di masyarakat, tempat Kiai Amin berdakwah.
Misinya sama, bagaimana masyarakat bisa mandiri secara ekonomi serta tetap terjaga spiritualitasnya. Lewat konsep itu, masyarakat tidak hanya diajak mengaji (diasah spiritualnya), tetapi juga diajari bekerja, mencari sumber pendapatan agar ekonomi keluarganya tetap terjaga.