Perjuangan Kiai Amin Wujudkan Kemandirian Ekonomi Para Santri
Mereka tidak memiliki sekolah formal, sehingga lulusan pesantren kesulitan melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi negeri, apalagi mendapatkan pekerjaan layak karena tidak memiliki ijazah formal.
Bagi Kiai Amin, alasan masyarakat tersebut sangatlah manusiawi. Sebab, pada akhirnya, begitu santri lulus akan kembali ke masyarakat, berkeluarga dan menghadapi kehidupan nyata.
“Masyarakat menganggap pesantren tidak prospektif di dunia ekonomi,” katanya.
Karena beberapa pondok pesantren salaf akhirnya mendirikan sekolah formal untuk menjawab keraguan masyarakat. Pondok-pondok itu antara lain, Ponpes Lirboyo Kediri, Ponpes Ploso dan beberapa pesantren besar lainnya.
Kendati demikian, Kiai Amin tidak mengikuti langkah pondok-pondok besar tersebut. Sebab, dia khawatir, begitu membuka sekolah formal, maka pendidikan agama (diniyah) yang menjadi ruh dunia pesantren akan terkalahkan.