Monumen Bandajoeda, Saksi Sejarah Perlawanan Sengit Rakyat Banyumas Lawan Tentara Belanda
Jumat akhir bulan September 1947 pukul 04.00 pagi, satu regu pasukan pelajar IMAM dipimpin oleh Sidharta berangkat dari markasnya di Gunung Lurah untuk mengadakan penghadangan di Mindhik, suatu desa di tepi jalan raya Ajibarang - Purwokerto, dekat Cilongok.
Sekitar pukul 09.00 WIB datanglah konvoi truk Belanda dari arah Purwokerto dengan kawalan beberapa panser di depan dan bren carrier di belakang. Panser dan beberapa truk dibiarkan lewat, tetapi truk terakhir yang diiringi oleh sebuah bren carrier yang tiba tepat di bawah stelling (pasukan gerilya yang melakukan penyerbuan), oleh Sidharta Cs langsung ditembaki dengan gencar, sehingga truk dan bren carrier berhenti.
Beberapa tentara Belanda mencoba turun untuk membalas tembakan pasukan gerilya RI. Tanpa mereka ketahui bahwa Sidharta Cs hanya berjarak 2-3 meter, maka dengan mudah dan penuh keberanian Sidharta Cs menembaki musuh satu demi satu.
Beberapa tentara Belanda tampak jatuh bergelimpangan di jalan raya. Bren carrier mundur mencari posisi, tetapi jatuh terperosok masuk parit yang dalam. Tentara Belanda yang keluar dari kendaraan itu pula dengan mudah dapat ditembak mati.
Tembak-menembak hebat terjadi. Korban Belanda sekitar delapan orang tentara. Tidak lama kemudian datang bantuan tentara Belanda dari Cilongok, karena di sana memang ada pos Belanda. Pasukan pelajar IMAM kembali ke markasnya.