Cerita Penumpasan Antek PKI di Jawa Tengah dan Strategi Brigjen TNI Surjo Sumpeno
Di Solo pada 4 Oktober 1965 Kol Ashari Komandan Brigif 6, beserta perwira-perwira lainnya yang ditawan oleh pasukan yang pro G 30S dibebaskan.
Pada 5 Oktober 1965 juga diperoleh kabar jika Mayor Kaderi beserta dua kompi anak buahnya yang mengawal Kol Sahirman telah memisahkan diri dari tokoh G 30 S Jateng tersebut dan kembali ke pangkalan di Solo.
Dengan demikian, dalam jangka waktu hanya lima hari, pemulihan garis komando di jajaran Kodam VII telah berfungsi kembali.
Lalu mendengar hal itu Mayor Sukirjan Wa Ass-5 dan Mayor Karsidi Wa Ass-2 menyerah.
Kodam VII/Diponegoro pun akhirnya mendapat bantuan pasukan dari Jakarta guna membersihkan Jawa Tengah dari antek-antek PKI. Dimana Pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang dilengkapi panser dan persenjataan berat tiba di Jateng pada 12 Oktober 1965.