Cerita Penumpasan Antek PKI di Jawa Tengah dan Strategi Brigjen TNI Surjo Sumpeno
Kemudian pada 4 Oktober 1965, Brigjen Surjo Sumpeno mengutus Kapten Surjotomo mantan Wadanyon L untuk menemui Danyon L dengan tugas untuk merebut Markas Komando Korem 072 dan mengamankan Pasukan Yon L dan Yon C dari pengaruh G 30 S.
Setelah situasi memungkinkan pada 5 Oktober pukul 10.00 WIB, kemudian Pangdam datang ke Markas Korem 072 dan mengadakan briefing dengan seluruh jajaran. Kemudian ditetapkan pimpinan sementara Korem 072, dijabat Asisten 4 Kodam VII Kol Widodo.
Berita mengenai dikuasainya kembali Markas Kodam Diponegoro, Korem 072/Pamungkas dan Kota Salatiga ditambah lagi dengan adanya pidato dari Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto mengenai adanya gerakan PKI membuat anggota jajaran Kodam VII/Diponegoro di daerah daerah yang semula dipengaruhi PKI akhirnya sadar.
Sehingga sejumlah pimpinan pasukan yang semula pro terhadap PKI menyerahkan diri. Seperti di Purwokerto pada 3 Oktober 1965, Letkol Soemitro menyerah kepada Danrem 071/Wijayakusuma Kol Tjiptono Setyabudi. Dengan demikian Komando Korem 071 dapat dipulihkan.
Sedangkan perwira lainnya yang pro PKI, seperti Mayor Trisnadi Kasi I, dan Mayor Bernadi Kasi III Korem 071 ditangkap.