Cerita Penumpasan Antek PKI di Jawa Tengah dan Strategi Brigjen TNI Surjo Sumpeno
Pada bulan November 1965, pelaksanaan operasi terhadap G 30 S/PKI mendapat bantuan dari Brigade Infanteri 4/Diponegoro di bawah pimpinan Kol Inf Yasir Hadibroto. Bertugas secara bergiliran yaitu Batalyon E, F, dan G, dan masing-masing ditempatkan di Boyolali, Klaten dan Solo.
Dengan datangnya pasukan tersebut, beban tugas yang dipikul pasukan RPKAD menjadi ringan. Akibatnya ruang gerak sisa-sisa G 30 S/PKI menjadi semakin sempit, dan tinggal menunggu kehancurannya. Pada 22 November 1965 pukul 21.00, tokoh utama G30S/PKI DN Aidit berhasil ditangkap hidup-hidup di kampung Sambeng Gede, Surakarta.
Selanjutnya pada 1 Desember 1965, dalam rangka untuk mengintensifkan pencarian dan penghancuran sisa-sisa G 30 S/PKI, telah dibentuk Komando Operasi Merapi dengan pimpinan Kol Inf Sarwo Edhi Wibowo.
Komando Operasi Merapi ini dibentuk dalam rangka pengejaran serta penangkapan terhadap gembong Gerakan 30 September di Jawa Tengah Kol Sahirman dan antek-anteknya. Komando Operasi Merapi pun mendapat bantuan 1 kompi Panser dan tiga helikopter TNI AD.
Pada 8 Desember 1965, pimpinan Operasi Merpati mendapat informasi, bahwa Kol Sahirman dan kawan-kawannya berada di daerah Merbabu.