Anak-Anak Rentan Alami Gangguan Mental akibat Medsos, Ini Faktanya!
Tak hanya itu, paparan konten media sosial tanpa filter juga berpotensi memengaruhi cara berpikir dan perilaku anak. Mereka bisa terdorong membandingkan diri dengan orang lain, mengalami tekanan sosial, bahkan kehilangan kemampuan bersosialisasi di dunia nyata.
IDAI juga menyoroti bahwa secara neurologis, anak belum siap menghadapi kompleksitas media sosial. Kemampuan untuk menilai risiko, mengontrol diri, dan memahami konsekuensi masih dalam tahap perkembangan.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI dr Fitri Hartanto menambahkan bahwa kondisi ini diperparah jika anak tidak mendapat pendampingan dari orang tua.
"Tanpa pendampingan, anak bisa menjadikan media sosial sebagai pelarian. Ini yang berbahaya, karena masalah tidak terselesaikan, justru bertambah," katanya.
IDAI menegaskan, pembatasan usia akses media sosial hingga 16 tahun merupakan langkah preventif untuk menekan risiko gangguan mental pada anak. Di usia tersebut, anak dinilai mulai memiliki kematangan emosional dan kognitif yang lebih baik.