Anak-Anak Rentan Alami Gangguan Mental akibat Medsos, Ini Faktanya!
Namun demikian, IDAI mengingatkan bahwa kebijakan saja tidak cukup. Peran orang tua tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mental anak di era digital.
Anak, kata dr Fitri, perlu diarahkan untuk lebih banyak beraktivitas fisik, berinteraksi secara langsung, serta memiliki ruang komunikasi yang terbuka di dalam keluarga.
"Yang kita jaga bukan hanya akses anak terhadap gawai, tetapi masa depan mereka," ujar dr Fitri.
Dengan jumlah anak di bawah 16 tahun yang mencapai puluhan juta, IDAI menilai perlindungan dari dampak negatif media sosial harus menjadi gerakan bersama. Tanpa langkah serius, generasi muda berisiko tumbuh dengan masalah mental, kecanduan digital, dan lemahnya kemampuan sosial.
Pembatasan media sosial pun dipandang bukan sebagai larangan, melainkan bentuk perlindungan agar anak tidak terpapar risiko sebelum mereka benar-benar siap menghadapinya.
Editor: Muhammad Sukardi