UMP Sumut 2019 Dinilai Tak Layak, Buruh Demo di Kantor Gubernur

Stepanus Purba
Massa buruh dari FSPMI berdemonstrasi di Kantor Gubernur Sumut menolak upah murah, Senin (5/11/2018). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

“Tak hanya itu, kami meminta agar pemerintah menghapus sistem kerja outsourcing, sistem kontrak, dan sistem borongan, yang sangat jelas tidak berpihak kepada kaum buruh,” kata Toni Erikson Silalahi.

Dalam demonstrasi tersebut, massa juga menilai janji Edy Rahmayadi untuk mewujudkan Sumut Bermartabat, akan hanya menjadi angan belaka kalau tidak memperhatikan kaum buruh. Karena itu, Edy Rahmayadi dinilai perlu untuk menerbitkan aturan perburuhan di Sumut.

“Persoalannya, saat ini banyak pengusaha yang mengabaikan Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan dan tidak pernah mendapatkan sanksi dari pemerintah,” katanya.

Sementara dari pantauan iNews.id, belum ada perwakilan dari Pemprov Sumut yang menemui para demonstran. Para buruh tampak masih bertahan di depan kantor Gubernur Sumut dan berharap Edy Rahmayadi mendengarkan aspirasi mereka.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tuntutan Dikabulkan, Buruh Bersorak UMP Jateng 2026 Naik 7,28 Persen

57 tahun lalu

Surabaya Lumpuh! Ribuan Buruh Blokade Jalan, Tolak UMP Jatim Rp2,4 Juta!

57 tahun lalu

UMP Sumsel 2026 Naik 7,10 Persen, Gaji Pekerja Jadi Rp3,9 Juta Lebih

57 tahun lalu

UMP Sumut 2026 Naik 7,9 Persen Jadi Rp3,22 Juta, Cek Selengkapnya

57 tahun lalu

Buruh di Jabar Demo Kepung Gedung Sate, Polisi Antisipasi Kelompok Penyusup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal