Truk yang seharusnya mengangkut BBM dari Depo Pertamina Lubuk Linggau ke Bengkulu justru dialihkan ke gudang di Musi Rawas.
Di lokasi tersebut, sekitar 8.000 liter Pertalite diturunkan lalu ditukar dengan minyak bensin ilegal dari wilayah Musi Rawas Utara.
Modus ini disebut telah berlangsung selama enam bulan dengan keuntungan sekitar Rp700.000 per ton bagi para pelaku.
Dalam operasi pengungkapan BBM subsidi ilegal di Musi Rawas ini, polisi menyita berbagai barang bukti. Di antaranya satu truk Colt Diesel berisi 10.000 liter minyak ilegal, tiga mobil pikap, puluhan babytank, mesin sedot, selang, bahan kimia pewarna, serta uang tunai Rp5,2 juta.
Selain itu, 11 unit telepon genggam milik para pelaku juga turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.