Saat Tarumanaga dipimpin Tarusbawa antara 669-723 Masehi, Tarumanagara diganti menjadi Kerajaan Sunda pada 670. Sejak saat itu lah nama Tarumanagara tenggelam berganti dengan Kerajaan Sunda.
Para pakar menyimpulkan, Tarumanagara tidak runtuh, tetapi berganti nama saja. Kekuasaan kerajaan Sunda meluas ke dataran tinggi di timur, masih dalam wilayah Jawa bagian barat.
Meredupnya kejayaaan Tarumanaga pada akhir abad VI diperkuat oleh sumber dari China yang mencatat utusan terakhir Tarunagara mengunjungi China pada 979 Masehi. Kerajaan itu berganti menjadi Kerajaan Sunda yang dipimpin Raja Tarusbawa. Berdasarkan penelitian para pakar, Tarusbawa diangkat menjadi rata pada tanggal 9 bagian-terang bulan Jesta tahun 591 Saka. Dalam tahun Masehi berarti 18 Mei 669 Masehi.
Nama Sunda sebagai sebuah kerajaan tercatat dalam dua batu prasasti di Bogor dan Sukabumi. Prasasti pertama ditemukan di Kampung Pasir Muara, tak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Raja Tarumanagara Purnawarman.
Prasasti di Kampung Pasir Muara berisi 4 baris tulisan atau kalimat dalam huruf Palawa. Terjemahan dalam prasasti itu, “Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pangambat; alam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4), pemerintahan negara dikembalikan kepada Raja Sunda.”