Sekitar 1940-an prasasti ini dinyatakan hilang. Ilmuwan dan profesor ahli Indologi dan Indonesia berkebangsaan Belanda, FDK Bosch sempat mempelajari batu prasasti ini dan mengungkapkan bahwa prasasti ini ditulis dalam bahasa Melayu Kuno. Selain itu, pakar FDK Bosch mengungkap bahwa batu prasasti ini berisi tentang “raja Sunda menduduki kembali tahtanya” pada 932 Masehi.
7. Situs Karangkamulyan
Situs Karangkamulyan adalah situs peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang memiliki corak Hindu-Budha. Situs Karangkamulyan terletak di Desa Karangkamulyan, Ciamis, Jawa Barat.
Ciung Wanara adalah legenda dari situs Karangkamulyan. Ciung Wanara mempunyai hubungan dengan Kerajaan Galuh dan dia dipercaya memiliki keperkasaan dan kesaktian.
Situs Karangkamulyan memiliki luas kurang lebih 25 Ha dan menyimpan berbagai jenis benda. Setiap benda yang tersimpan di situs ini berkaitan dengan sejarah Kerajaan Galuh. Sebagian besar benda-benda yang tersimpan berbentuk batu.
Meskipun letak batu-batu ini berdekatan, tetapi tersebar dengan bentu yang berbeda-beda. Semua batu yang ada di Situs Karangkamulyan berada di dalam sebuah bangunan. Bangunan itu mempunyai struktur yang terbuat dari tumpukan batu dengan bentuk yang tidak jauh beda. Selain itu, dengan sebuah pintu yang dipasang pada struktur bangunan ini, maka sekilas bangunan ini menyerupai kamar.
Setiap batu yang tersimpan di Situs Karangkamulyan mempunyai nama-nama yang khas serta di dalam batu-batu itu tersimpan kisah-kisah yang menarik. Nama-nama yang terdapat pada setiap batu berasal dari masyarakat sekitar yang suka dikaitkan dengan kisah atau mitos tentang Kerajaan Galuh.