Sejarah Kerajaan Sunda dan Peninggalannya, Eksis sejak Pamor Tarumanagara Pudar
Sejatinya, Tarumanagara didirikan oleh pendatang dari India yang mengungsi ke Tanah Jawa bagian barat. Rombongan itu dipimpin oleh Maharesi Jayasingawarman.
Mereka terpaksa mengungsi karena Kerajaan Palawa dan Salankayana diserang oleh Maharaja Gupta dari Kerajaan Magada. Mereka datang untuk meminta perlindungan kepada Raja Dewawarman VIII, penguasa Salakanagara.
Permukiman para pengungsi dari India itu diberi nama Tarumadesya. Artinya, desa di tepi Sungai Citarum. Ternyata, Tarumadesya berkembang pesat, sehingga Jayasingawarman membentuk kerajaan yang dinamakan Tarumanagara atau Kerajaan Tarum pada awal abad IV Masehi.
Setelah ratusan tahun berkuasa, kejayaan Tarumanagara pun pudar saat dipimpin oleh Raja Linggawarman. Saat menjadi Raja Tarumanagara, Linggawarman yang menikah dengan Déwi Ganggasari, tidak memiliki putra pewaris takhta. Dia hanya memiliki dua putri, yaitu Manasih dan Sobakancana.
Putri bungsunya, Sobakancana menjadi istri Dapunta Hyang Sri Janayasa, pendiri Kerajaan Sriwijaya). Sedangkan Manasih, putri sulung, menikah dengan Tarusbawa, bangsawan Sunda yang kemudian menggantikan Linggawarman pada 669.