Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Dugaan Bullying PPDS Anestesi Unsrat, Polisi Selidiki Kematian Dokter Adrian
Advertisement . Scroll to see content

Viral Siswi SD di Lampung Timur Di-bully Teman Sekolah, Dipukul Bergantian hingga Trauma

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:46:00 WIB
Viral Siswi SD di Lampung Timur Di-bully Teman Sekolah, Dipukul Bergantian hingga Trauma
Tangkapan layar siswi SD di Lampung Timur menjadi korban perundungan teman sekolahnya. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

LAMPUNG TIMUR, iNews.id – Aksi perundungan (bullying) brutal kembali menimpa dunia pendidikan. Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, menjadi korban perundungan dan kekerasan fisik oleh sejumlah teman satu sekolahnya sendiri. 

Mirisnya, aksi kekerasan tersebut terjadi saat jam istirahat dan dilakukan tepat di dalam lingkungan sekolah. Video amatir yang merekam tindakan tidak terpuji berdurasi empat menit itu kini telah viral di media sosial dan memicu kecaman luas dari warganet. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa memprihatinkan ini terjadi di SDN Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur. Korban diketahui merupakan seorang siswi kelas lima SD berinisial NA. 

Dalam rekaman video yang beredar, korban NA tampak tidak hanya menerima intimidasi secara verbal atau makian. Ia juga mendapatkan kekerasan fisik berupa pukulan yang dilakukan secara bergantian oleh beberapa teman sebayanya. 

Tak terima dengan apa yang menimpa buah hatinya, orang tua korban langsung melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Dari keterangan awal, perundungan tersebut diduga dipicu masalah sepele saling ejek. Ironisnya, tindakan intimidasi ini disebut telah dialami korban selama bertahun-tahun. Akibatnya, kini korban mengalami luka memar di tubuh serta trauma psikis yang mendalam. 

Kanit PPA Polres Lampung Timur, Ipda Angga Sarif, membenarkan adanya laporan terkait kasus dugaan perundungan anak di bawah umur tersebut. Pihaknya kini tengah bergerak melakukan penyelidikan. 

"Saat ini, petugas PPA Polres Lampung Timur masih memintai klarifikasi dari beberapa pihak terkait," ujar Angga Sarif, Minggu (19/7/2026). 

Mengingat para pelaku dan korban masih berstatus anak-anak, polisi berharap kasus ini dapat segera terselesaikan secara kekeluargaan melalui mekanisme diversi, sesuai dengan aturan hukum penanganan perkara anak yang berlaku.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut