“Kemudian kami melakukan pengembangan melalui scientific investigation digital dan berhasil menangkap tersangka WA di Muaragembong, Bekasi dengan barang bukti 9.570 butir obat keras,” katanya.
Dari hasil penyelidikan, pemasok utama obat keras ilegal tersebut diketahui berasal dari Aceh dan saat ini masih dalam pengembangan lebih lanjut.
Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.
“Kami berkomitmen memberantas peredaran narkotika, psikotropika dan obat-obatan tertentu tanpa izin di wilayah hukum Polres Karawang,” katanya.