JAKARTA, iNews.id - Fakta memprihatinkan terungkap dari hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan indikasi masalah kesehatan mental pada hampir 10 persen anak di Indonesia setelah melakukan skrining terhadap jutaan anak.
Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining kesehatan, hampir 10 persen di antaranya terindikasi memiliki masalah kesehatan mental. Temuan ini menunjukkan, gangguan mental pada anak bukan lagi persoalan kecil, melainkan masalah yang perlu mendapat perhatian bersama.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, sebanyak 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi. Selain itu, 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak terdeteksi mengalami gejala kecemasan (anxiety disorder).
"Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali, termasuk di kelompok anak-anak," kata Menkes Budi, belum lama ini.
Ia menjelaskan, gangguan kesehatan mental pada anak tidak hanya berdampak pada kondisi emosional, tetapi juga berpotensi memicu tindakan berbahaya jika tidak ditangani sejak dini.
Data Global School-Based Student Health Survey menunjukkan terjadinya tren peningkatan anak yang mencoba bunuh diri dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2015, persentasenya tercatat sebesar 3,9 persen, namun meningkat tajam menjadi 10,7 persen pada 2023.