Menyusuri Jakarta dengan Mesin Waktu, Berwisata ke Masa Batavia

Reza Fajri
Papan petunjuk di Museum Bahari, Jakarta (foto: iNews.id/Reza Fajri)
Supri (baju merah), memandu para wisatawan peserta tur Walk Indies (foto: iNews.id/Reza Fajri)

Para tour guide Walk Indies juga tidak sembarangan. Supri menjelaskan, pemandu wisata di Jakarta harus memiliki lisensi resmi dari Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta. Para guide mengikuti pelatihan dan sertifikasi agar memiliki standar pengetahuan dan kemampuan guiding yang sesuai.

“Tour guide itu brand ambassador dari kota,” ujarnya.

Bagi Walk Indies, Jakarta bukan sekadar kota metropolitan penuh gedung tinggi dan kemacetan. Di balik gang sempit, pelabuhan tua, dan bangunan kolonial yang tersisa, ada sisa-sisa sejarah panjang yang masih hidup hingga hari ini.

Kini, di tengah perkembangan wisata modern dan tren liburan cepat, Walk Indies justru menawarkan sesuatu yang berbeda: menikmati sejarah secara perlahan. Dengan berjalan kaki menyusuri trotoar, gang sempit, dan bangunan tua, peserta diajak melihat Jakarta bukan hanya sebagai kota metropolitan, melainkan ruang penuh cerita yang hidup dari masa ke masa.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa

57 tahun lalu

Tren Baru! Jelajahi Akulturasi Budaya China-Jawa di Semarang dengan Cara Tak Biasa

57 tahun lalu

Sejarah! Autumn Durald Arkapaw Jadi Wanita Pertama Memenangkan Best Cinematography untuk Film Sinners

57 tahun lalu

Era AI, Komdigi Sebut Data Budaya Jadi Harta Karun Baru!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal