Menyusuri Jakarta dengan Mesin Waktu, Berwisata ke Masa Batavia

Reza Fajri
Papan petunjuk di Museum Bahari, Jakarta (foto: iNews.id/Reza Fajri)

Meski bertema sejarah, pembawaan tur yang dibuat tidak selalu serius. Supri mengatakan, para tour guide didorong menciptakan suasana cair sambil bercanda-canda agar peserta yang datang, terutama yang sendirian, tetap merasa nyaman. 

“Banyak juga akhirnya mereka yang kenalan, punya teman baru, terus bahkan sampai janjian ikut tour berikutnya,” katanya. Bahkan ada peserta yang tercatat sudah mengikuti tur hingga 60 kali karena banyaknya tema dan rute berbeda yang ditawarkan.

Selain sejarah, beberapa tur menggabungkan cerita kuliner dan restoran tua yang memiliki jejak panjang dalam perkembangan kota.

“Jadi tempat yang kita setop itu adalah tempat yang memang punya cerita, jadi bukan cuma hanya makan,” ujar Supri.

Di balik berkembangnya Walk Indies, ada sosok pendirinya, Rico Pratama. Meski berlatar belakang pendidikan ekonomi dan marketing, Rico dikenal memiliki ketertarikan besar terhadap sejarah.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa

57 tahun lalu

Tren Baru! Jelajahi Akulturasi Budaya China-Jawa di Semarang dengan Cara Tak Biasa

57 tahun lalu

Sejarah! Autumn Durald Arkapaw Jadi Wanita Pertama Memenangkan Best Cinematography untuk Film Sinners

57 tahun lalu

Era AI, Komdigi Sebut Data Budaya Jadi Harta Karun Baru!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal