Menyusuri Jakarta dengan Mesin Waktu, Berwisata ke Masa Batavia

Reza Fajri
Papan petunjuk di Museum Bahari, Jakarta (foto: iNews.id/Reza Fajri)

“Kalau untuk bule, mereka lebih suka karena lebih rasa real of Jakarta nih, dengan jalan kaki, panas-panasan, bahkan melihat sisi Jakarta itu lebih dekat ketimbang dari bus atau mobil,” katanya.

Sebelum pandemi Covid-19, mayoritas peserta tur berasal dari wisatawan mancanegara. Namun, ketika pandemi menghentikan sektor pariwisata, Walk Indies beradaptasi dengan membuat tur virtual melalui Zoom dan Instagram Live.

“Waktu itu guide-nya yang keluar jalan, pesertanya di Zoom,” ujar Supri.

Setelah pandemi mereda, minat masyarakat lokal terhadap wisata sejarah justru meningkat. Kini peserta Walk Indies didominasi anak-anak muda Jakarta dan sekitarnya yang ingin mengenal sejarah kota megapolitan ini.

Rute yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Kota Tua, Glodok, Kuitang, hingga kawasan pecinan Jakarta. Selain di ibu kota, Walk Indies juga menggelar tur luar kota ke Bandung, Surabaya, Jambi, hingga Sawahlunto di Sumatera Barat.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa

57 tahun lalu

Tren Baru! Jelajahi Akulturasi Budaya China-Jawa di Semarang dengan Cara Tak Biasa

57 tahun lalu

Sejarah! Autumn Durald Arkapaw Jadi Wanita Pertama Memenangkan Best Cinematography untuk Film Sinners

57 tahun lalu

Era AI, Komdigi Sebut Data Budaya Jadi Harta Karun Baru!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal