Menyusuri Jakarta dengan Mesin Waktu, Berwisata ke Masa Batavia

Reza Fajri
Papan petunjuk di Museum Bahari, Jakarta (foto: iNews.id/Reza Fajri)

Tak jauh dari Menara Syahbandar, rombongan Walk Indies kemudian berjalan menuju bangunan tua yang kini disebut Museum Bahari.

Di masa VOC, kompleks ini tentu saja bukan museum. Bangunan tersebut merupakan gudang penyimpanan rempah-rempah milik Belanda. Gudang dibangun bertahap sejak abad ke-17 dan digunakan untuk menyimpan lada, kopi, teh, pala, cengkih, hingga tekstil sebelum dikirim ke Eropa.

Arsitekturnya dibuat khas Eropa abad ke-17. Letaknya yang berada tepat di tepi pelabuhan membuat proses bongkar muat berlangsung cepat.

Di dalam museum, peserta tur menyaksikan miniatur kapal tradisional Nusantara, peta pelayaran kuno, hingga alat navigasi laut tempo dulu. Namun yang paling menarik justru suasana bangunannya sendiri. Balok kayu besar dan lorong panjang gudang menghadirkan bayangan tentang masa ketika Batavia menjadi pusat perdagangan rempah dunia.

Perjalanan tur kemudian berlanjut menuju sisa Tembok Kota Batavia di sekitar Kota Tua. Di tengah padatnya bangunan modern Jakarta, potongan tembok tua itu menjadi jejak samar kota kolonial yang dahulu dikelilingi benteng besar.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa

57 tahun lalu

Tren Baru! Jelajahi Akulturasi Budaya China-Jawa di Semarang dengan Cara Tak Biasa

57 tahun lalu

Sejarah! Autumn Durald Arkapaw Jadi Wanita Pertama Memenangkan Best Cinematography untuk Film Sinners

57 tahun lalu

Era AI, Komdigi Sebut Data Budaya Jadi Harta Karun Baru!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal