Kisah Kemal Idris Si Jenderal Sampah, Mengadu ke Presiden Soeharto Gara-gara Dipungli di Jakarta

Rizal Bomantama
Letjen TNI (Purn) Kemal Idris yang dijuluki si Jenderal Sampah. (Foto: Istimewa)

Di PT SOR, karyawan yang bekerja berjumlah 700 orang. Pertama kali berdiri karyawannya hanya 300 orang plus 60 mobil sampah. Investasi dana pada pekerjaan semacam ini Rp1,7 miliar. 

Kemal Idris yang mengakui, dia sebenarnya ingin menghentikan proyek itu. Persoalannya, selama bekerja dua tahun, dia hanya mendapat untung Rp5 juta. 

Dalam sebulan, dirinya hanya memperoleh Rp100.000. Apalagi untung yang diharapkan 10 persen. Kadang-kadang yang diperoleh hanya 1 persen. 

"Akan tetapi, kemudian saya berpikir lagi. Andaikata PT SOR saya tutup, kasihan karyawan saya yang berjumlah 700 orang. Mau di kemanakan mereka? Pasti mereka akan menganggur," kata Kemal Idris.

Dengan pertimbangan itu, Kemal Idris tidak menutup perusahaannya. Dia berkeinginan keras memberantas sampah dan menciptakan kenyamanan kota. Namun, dia selalu saja saya menemukan hambatan-hambatan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
23 jam lalu

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tiba di KPK usai Kena OTT

7 hari lalu

Daya Tampung TPST Bantargebang Menurun, Tumpukan Sampah Menggunung di Sejumlah Titik Jakarta

8 hari lalu

Kepala BPS Ungkap Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta Tembus 45,17%

9 hari lalu

Viral Anggota Satpol PP Pungli di Rumah Belajar Jakut, Minta Uang Rp300.000

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal