Kisah Kemal Idris Si Jenderal Sampah, Mengadu ke Presiden Soeharto Gara-gara Dipungli di Jakarta

Rizal Bomantama
Letjen TNI (Purn) Kemal Idris yang dijuluki si Jenderal Sampah. (Foto: Istimewa)

"Dilihat dari sisi sampah, maka Jakarta tampaknya tidak layak huni. Di mana-mana ditemukan unggukan sampah disertai bau yang menyengat hidung. Itu terjadi karena sampah telah beberapa hari tidak diangkat sehingga mengganggu kesehatan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan," katanya.

Kemal Idris kemudian mendirikan SOR di tengah masyarakat untuk mengatasi masalah sampah. Dia ingin terlibat dan ikut membantu Gubernur menertibkan sampah hingga kota Jakarta dapat menjadi layak huni. 

Selain itu, dia meyakini SOR dapat membuka lapangan pekerjaan yang bersifat padat karya bagi mereka yang ingin bekerja, terutama bagi mereka yang putus sekolah atau tidak mempunyai ketrampilan lainnya.

Di saat itu, Kemal Idris menyadari betul, ada anggapan orang bahwa mengangkut sampah adalah pekerjaan yang tidak manusiawi. Padahal, mereka tidak tahu bahwa hasil yang diperoleh dari keringat sendiri itu betul-betul halal. 

Kemal Idris mengatakan, saat itu dirinya sering turun ke lapangan. Dia akrab dengan karyawan. Dari sini pula, beberapa orang yang mengetahui kepeduliannya terhadap masyarakat yang bekerja membersihkan sampah itu menjulukinya “Jenderal Sampah”. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
1 hari lalu

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tiba di KPK usai Kena OTT

7 hari lalu

Daya Tampung TPST Bantargebang Menurun, Tumpukan Sampah Menggunung di Sejumlah Titik Jakarta

8 hari lalu

Kepala BPS Ungkap Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta Tembus 45,17%

9 hari lalu

Viral Anggota Satpol PP Pungli di Rumah Belajar Jakut, Minta Uang Rp300.000

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal