"Dilihat dari sisi sampah, maka Jakarta tampaknya tidak layak huni. Di mana-mana ditemukan unggukan sampah disertai bau yang menyengat hidung. Itu terjadi karena sampah telah beberapa hari tidak diangkat sehingga mengganggu kesehatan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan," katanya.
Kemal Idris kemudian mendirikan SOR di tengah masyarakat untuk mengatasi masalah sampah. Dia ingin terlibat dan ikut membantu Gubernur menertibkan sampah hingga kota Jakarta dapat menjadi layak huni.
Selain itu, dia meyakini SOR dapat membuka lapangan pekerjaan yang bersifat padat karya bagi mereka yang ingin bekerja, terutama bagi mereka yang putus sekolah atau tidak mempunyai ketrampilan lainnya.
Di saat itu, Kemal Idris menyadari betul, ada anggapan orang bahwa mengangkut sampah adalah pekerjaan yang tidak manusiawi. Padahal, mereka tidak tahu bahwa hasil yang diperoleh dari keringat sendiri itu betul-betul halal.
Kemal Idris mengatakan, saat itu dirinya sering turun ke lapangan. Dia akrab dengan karyawan. Dari sini pula, beberapa orang yang mengetahui kepeduliannya terhadap masyarakat yang bekerja membersihkan sampah itu menjulukinya “Jenderal Sampah”.