Kaleidoskop 2023: Hamas Bobol Pertahanan Israel dan Bergugurannya Warga Palestina di Gaza
“Hukum kemanusiaan internasional semestinya mencakup kewajiban untuk melindungi warga sipil,” kata Guterres.
Sementara itu, pihak ketiga seperti Qatar, Arab Saudi, dan Mesir terus berusaha menggunakan jalur diplomasi demi mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan atau tahanan antara Israel dan Hamas.
Dengan melenyapkan Hamas, AS dan Israel berharap Gaza dapat dipimpin kelompok Fatah yang saat ini memerintah Palestina di Tepi Barat. Namun, pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, menganggap ambisi Amerika dan zionis itu khayalan belaka.
“Setiap pengaturan di Gaza atau dalam masalah Palestina tanpa Hamas atau faksi perlawanan adalah khayalan,” kata Haniyeh seperti dikutip dari AFP pada 14 Desember.
Di lain pihak, Israel pun mengakui perang mereka terhadap Hamas kemungkinan akan berlangsung panjang. Ini tidak seperti yang dibayangkan rezim zionis sebelumnya, bahwa mereka akan dengan mudah memusnahkan kelompok pejuang Palestina itu dengan cara meluluhlantakkan Gaza.