Data terbaru menunjukkan betapa timpangnya beban yang harus ditanggung negara-negara Teluk dalam perang yang tidak mereka mulai dan tidak mereka kehendaki.
Sejak 28 Februari, negara-negara GCC telah menerima 4.391 serangan rudal dan drone Iran. Ini setara 83 persen dari total serangan. Sebaliknya, Israel yang memulai perang dan melancarkan serangan harian ke Iran selama sebulan terakhir, hanya menjadi target 930 rudal dan drone atau sekitar 17 persen dari total.
Ketimpangan ini memunculkan pertanyaan besar, apa sebenarnya motif Iran?
Selama lebih dari empat dekade, Teheran menyebut Israel sebagai "setan kecil" dan secara terbuka menyerukan kehancurannya.
UEA menjadi negara yang paling banyak diserang, dengan total 2.156 serangan. Sebanyak 11 warga dilaporkan tewas, termasuk dua orang yang meninggal akibat tertimpa puing rudal yang berhasil dicegat pada Kamis.
Arab Saudi sejauh ini menghadapi 723 serangan drone dan rudal, dengan dua korban jiwa dan sejumlah korban luka. Sebagian besar serangan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara negara-negara GCC. Selain serangan sporadis drone oleh kelompok Houthi di Yaman, ini merupakan ujian nyata pertama bagi sistem pertahanan kawasan dan sejauh ini dinilai berhasil.