Namun, yang memicu kemarahan pemerintah di kawasan Timur Tengah adalah tujuan di balik serangan yang terus berlangsung.
Direktur Council for Arab-British Understanding, Chris Doyle, menilai klaim Iran yang hanya menyasar target militer tidak dapat dipercaya.
"Sangat jelas bahwa Iran menargetkan bagian penting dari infrastruktur sipil. Jadi klaim itu tidak kredibel," ujar Chris Doyle, dilansir dari Arab News, Jumat (27/3/2026).
Menurut Doyle, tujuan utama Iran adalah bertahan dalam perang yang mereka anggap sebagai perang eksistensi. Mereka ingin sebisa mungkin membuat AS menderita. Dengan keterbatasan kemampuan konvensional dibandingkan AS dan Israel, Iran berupaya memperluas front konflik.
"Iran membuka medan perang yang sangat luas untuk memaksa AS dan sekutunya melindungi berbagai target di 12 negara sekaligus, sekaligus menimbulkan biaya ekonomi," katanya.