Untuk para anak atau siswa agar bisa memahami situasi yang saat ini terjadi. Bicarakan dan bersikap terbuka pada orang tua tentang perasaan yang dialami selama PTM. Tetap berkomitmen untuk menerapkan prokes selama di sekolah, jangan menstigmatisasi teman atau orang sekitarnya yang sedang sakit.
Sedangkan pihak sekolah dan guru BK pastikan untuk mendengarkan kekhawatiran siswa dan menjawab pertanyaan mereka. Selain itu turut memotivasi siswa untuk tetap fokus belajar dan dengan keterbatasan waktu di kelas.
"Pihak sekolah juga bisa mengubah metode belajar yang tidak menimbulkan kecemasan pada siswa, memasukkan pendidikan kesehatan yang relevan ke dalam materi pelajaran lain guna menambahkan pengetahuan dasar siswa siswi," katanya.
Dia menambahkan, penting dalam keluarga untuk selalu menciptakan suasana yang mengalirkan energi positif, seperti menciptakan suasana bahagia dan tenang di situasi seperti ini.
"Karena hati yang gembira adalah obat, rasa bahagia yang ditimbulkan tersebut akan menjadi salah satu peningkat imun kita agar anak merasa bahagia dan termotivasi belajar meskipun situasi pandemi," kata dia.