PRT yang Selamat usai Lompat dari Rumah Majikan di Benhil Mengaku Alami Tekanan Psikologis
JAKARTA, iNews.id - Polisi telah memeriksa pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R (30) yang selamat setelah meloncat dari rumah majikannya di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan, korban mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena mengalami tekananpsikologis.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan korban yang selamat telah dimintai keterangan dalam proses penyidikan yang ditangani Sat PPA PPO Polres Metro Jakarta Pusat. Selain itu, polisi juga telah menahan tiga tersangka dalam perkara tersebut.
“Terkait PRT yang lompat itu, dari pelaksanaan penyidikannya oleh Sat PPA PPO Polres Metro Jakarta Pusat, termasuk korban yang selamat juga sudah diperiksa. Kemudian tersangka juga sudah ada ditahan tiga orang, antara lain satu majikannya dan dua penyalur tenaga kerjanya,” kata Roby kepada wartawan di Monas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Roby mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap korban, penyidik tidak menemukan adanya kekerasan fisik. Namun, korban mengaku mengalami tekanan secara psikologis selama bekerja.
“Hasil pemeriksaannya tidak ada kekerasan fisik ya, mungkin tekanan secara psikologis,” ujarnya.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni AV, T alias U, dan WA alias Y. Ketiganya kini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Pusat. AV diduga merupakan majikan korban, sementara T dan WA berperan sebagai penyalur tenaga kerja.
Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/4/2026) malam. Dua PRT berinisial R dan D nekat meloncat dari rumah majikannya di Bendungan Hilir. Dalam insiden tersebut, D meninggal dunia, sedangkan R mengalami luka. Polisi sebelumnya menyebut korban diduga nekat melarikan diri karena tidak betah bekerja.
Editor: Puti Aini Yasmin